June 17, 2021
Imlek

Berbagai Tradisi Unik Saat Perayaan Imlek

Tahun Baru Cina atau yang biasa disebut dengan imlek, merupakan salah satu perayaan terbesar bagi masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Istilah imlek itu sendiri berasal dari dialek hokkian, yakni im dan lek.

Kata im memiliki arti bulan, sedangkan lek berarti bulan. Itu artinya, kata imlek bermakna kalender (penanggalan) bulan. Menurut informasi yang didapat, imlek adalah sebuah perayaan yang biasanya jatuh pada tanggal 1 ketika bulan pertama muncul di awal tahun musim semi.

Bukan hanya itu, perayaan imlek juga kerap dibarengi dengan beragam tradisi yang unik dan menarik lho. Lantas, seperti apakah tradisi unik saat tahun baru imlek? Nah, biar kalian gak penasaran, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Tradisi Imlek

  1. Kumpul Bersama Keluarga

Tradisi yang satu ini memang sudah tidak asing lagi di Indonesia, karena mirip dengan tradisi khas lebaran. Hal itu pun serupa dengan perayaan imlek, yang mana seluruh masyarakat keturunan Tionghoa akan pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga tercintanya.

Terlebih bagi mereka yang tinggal di luar negeri, sehingga imlek pun menjadi salah satu momen yang paling tepat untuk melepas rasa rindu kepada keluarga. Selain berkumpul, tradisi ini juga akan dibarengi dengan acara makan-makan dan menghormati para leluhurnya yang sudah tiada.

  1. Menonton Barongsai

Pastinya kita sudah sering melihat aktrasi tarian barongsai, entah itu di televisi maupun secara langsung. Tarian tradisional Cina ini biasanya enggunakan pakaian-pakaian dengan warna mencolok, seperti merah dan kuning.

Lantas, mengapa harus memakai pakaian warna merah dan kuning? Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna merah dan kuning itu dianggap sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan. Dalam tarian barongsai, para penari pun dituntut untuk melakukan pergerakan lincah seperti melompat, jungkir balik, salto, dan lain sebagainya.

Wujud barongsai itu sendiri pada umumnya berupa seekor naga ‘‘nian‘‘, yang dianggap sebagai sosok makhluk aau roh jahat. Konon, dentuman keras dari suara drum, simbal, dan gerakan lincah tarian baronsai ini mampu mengusir aura-aura negatif lho.

  1. Sembahyang Imlek

Pada dasarnya, sembahyang imlek merupakan wujud dari rasa syukur sekaligus menjadi doa dan harapan agar di tahun yang baru semua anggota keluarganya mendapatkan rezeki serta kesehatan. Tak hanya itu, tradisi tersebut juga bertujuan untuk mengingat para leluhur bersama dengan keluarga besar.

Setelah melakukan sembahyang imlek, biasanya mereka akan menyantap berbagai menu makanan seperti babi panggang, ikan bandeng, kue keranjang, buah-buahan, dan masih banyak lagi.

  1. Menyantap Ikan Bandeng

Perlu diingat, bahwa menyantap ikan bandeng ini tidak hanya berlaku untuk perayaan imlek di Indonesia saja, namun juga diseluruh dunia. Masyarakat keturunan Tionghoa biasa menyebut tradisi ini dengan nama Nian-nian yu yi.

Bahkan yang lebih menariknya lagi, ternyata cara menyantap ikan bandeng ala imlek ini sangat berbeda dari biasanya. Pasalnya, ikan bandeng yang akan dihidangkan tidak boleh dibalik lho. Mengapa demikian? Jika salah stu siinya sudah habis dimakan, maka kita ridak boleh mengabil daging di sisi lainnya dengan cara membalik ikan tersebut.

Dengan kata lain, kita harus berusaha untuk mengambilnya dari sisi yang sudah habis. Menurut kepercayaan mereka, ikan bandeng juga tidak boleh langsung dihabiskan pada hari itu, dan sebaliknya harus disisakan untuk keesokan harinya.

Hal itu merupakan simbol bahwa rezeki tidak akan pernah habis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *