September 22, 2020
Covid

Sarana Empuk Bagi Penyebaran Virus Covid-19 Di Indonesia

Penyebaran virus Covid-19 dalam tahap mengkhawatirkan. Pertambahan jumlah kasus menandai bahwa kesadaran masyarakat masih minim. Tidak jarang jika masyarakat malah mengabaikannya.

Meskipun banyak sosialisasi, nyatanya cara ini masih belum efektif. Butuh kesadaran dari dalam diri untuk mencegah perluasannya. Contohnya dengan membiasakan patuh terhadap kebijakan pemerintah.

Sembari mematuhi perintah dari pemerintah, Anda juga perlu memahami tentang bagaimana menghindarinya. Tentunya dengan mengenal seperti apa virus ini menginfeksi orang lain.

Sarana Penularan Coronavirus

Ada banyak media yang mana bisa membuat virus ini menginfeksi orang lain. Medianya sangat beragam dan berada di tengah kehidupan Anda. Tentunya ini harus menjadi perhatian dari setiap kalangan. Di antaranya adalah sebagai berikut ini.

  1. Melalui Droplet

Droplet merupakan sebuah istilah yang mengacu pada sebuah tetesan kecil. Doplet ini tidak terlihat. Karena memiliki ukuran sekitar 5-10 mikrometer.

Tetesan ini mengandung virus. Ketika pengidap batuk atau bersin, cairan inilah yang akan keluar. Keluarnya tetesan ini membuat virus beterbangan.

Masalahnya, virus tersebut bisa bertahan sekitar 15 menitan. Ketika menempel pada orang lain, ada kemungkinan bahwa orang tersebut akan terinfeksi. Dengan catatan, daya tahan tubuhnya tidak baik.

Menyadari bahayanya, hindari berhadapan langsung dengan penderita. Upayakan untuk menjauh selagi bisa. Dan bersihkan diri apabila terkena cipratan tetesan dari batuk maupun bersin secepatnya.

  1. Menyentuh Benda Terkontaminasi

Menyentuh benda yang telah terkontaminasi juga berisiko tertular covid-19. Penularan melalui benda disinyalir berasal dari penderita. Khususnya ketika penderitanya batuk atau bersin.

Saat batuk dan bersin, cairan dalam tubuhnya akan keluar. Besar kemungkinan bahwa partikel berbahaya keluar dari mulut. Kemudian menempel pada permukaan benda di sekitarnya.

Ketika disentuh oleh orang, virus akan terbawa. Pada akhirnya, masuk ke dalam tubuh melalui usapan pada mata, hidung maupun mulut.

Masalahnya, Anda tidak mengetahui benda mana yang telah digunakan oleh penderita. Karena Anda tidak tahu pasti tentang siapa penderitanya.

Tetapi, Anda bisa membekali diri dengan cara terbaik. Caranya dengan memahami status dari tempat tersebut. Sederhananya, Anda mengenal bahwa tempat tersebut merupakan area rawan atau tidak.

Ini bisa dilacak dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi buatan Achiko. Perusahaan tersebut mengembangkan sebuah aplikasi untuk pelacakan orang yang dicurigai terjangkit coronavirus.

Begitu pula, aplikasi akan memberitahu pengguna tentang kemungkinan adanya virus di sekitar. Baik itu tempat ataupun benda yang mungkin terkontaminasi.

  1. Melalui Kotoran Pengidap

Kotoran yang dikeluarkan oleh penderita dimungkinkan adanya virus. Begitu pula dengan air seni. Alasannya adalah virus sudah menginfeksi pada seluruh tubuhnya.

Ketika orang lain menginjak atau bersentuhan dengan kotoran, orang baru akan membawa virus tersebut. Dengan tidak adanya kesadaran untuk membersihkan diri, seseorang akan berisiko terjangkit wabah tersebut.

Solusinya ialah rajin membersihkan diri. Cuci tangan dan kaki ketika berada di toilet umum. Setidaknya, ini bisa meminimalkan tertular penyakit berbahaya.

  1. Melalui Udara

Berita terbaru menyebutkan bahwa covid 19 mampu bertahan meskipun melayang di udara. Durasinya cukup lama. Ini menjadikan orang lain begitu khawatir.

Diketahui bahwa setiap orang selalu bernapas. Sistem dalam tubuh ini akan menghirup udara setiap waktu. Ini berarti bahwa virus masuk dalam tubuh semakin besar.

Menyadari akan hal ini, setiap orang diminta untuk menggunakan masker. Penggunaan masker tidak lain untuk menyaring partikel bercampur virus. Dengan begitu, seseorang akan terhindar dari risiko terinfeksi.

Tempat Rawan Penularan Covid 19

Sebagai upaya untuk membantu dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19, Anda disarankan agar lebih berhati-hati. Hindari keramaian dan jauhi tempat yang rawan terhadap munculnya virus.

Salah satu tempat paling rawan ialah di keramaian. Ini sudah tidak bisa dibantah lagi. Kenapa? Alasannya adalah tempat ini merupakan area di mana setiap orang dengan berbagai kondisi datang.

Tidak menutup kemungkinan jika ada penderita di sekitar lokasi. Anda tidak memahaminya, lantas bersinggungan langsung dengannya. Dalam hitungan hari, kasus baru bertambah sehingga menambah daftar panjang tentang jumlah infeksi.

Selain itu, tempat yang sempit juga menjadi area paling rawan. Seseorang mungkin tidak menyadarinya. Misalnya sebuah gang di mana pernah dilewati oleh penderita.

Dilaluinya gang oleh penderita, kemungkinan besar areanya terkontaminasi. Terlebih, penderita pernah batuk atau meludah pada area tersebut. Jadinya, seseorang mungkin menyentuhnya.

Sentuhan pada benda membuat virus dengan mudah menempel. Ketika terbawa ke dalam rumah, anggota keluarga bisa terinfeksi. Padahal, seluruh anggota tidak pernah keluar rumah sama sekali.

Sementara itu, tempat tertutup juga dimungkinkan sebagai sarang wabah. Ini tidak bisa dilepaskan dari terbatasnya area sehingga membuat virus terkonsentrasi di dalamnya.

Apabila ada seseorang masuk, penularan mungkin terjadi. Gejalanya mungkin tidak dirasakan seketika. Tetapi menunggu beberapa hari sampai akhirnya mengalami demam, flu, batuk dan lain sebagainya.

Sebagai bagian dari pencegahan, sudah semestinya Anda tidak berkunjung ke tempat rawan. Kenali lokasi penyebarannya. Misalnya dengan memanfaatkan aplikasi TemanSehat.

Aplikasi tersebut bekerja dengan mengidentifikasi setiap area yang dicurigai menyimpan virus. Begitu pula membantu pemiliknya dalam memahami siapa saja penderita di sekitar.

Apabila Anda mengetahuinya, segeralah untuk menjauh. Jangan lupakan untuk rajin mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. Karena ini merupakan bagian dari kebiasaan baik untuk memberantas wabah.

Kesimpulannya, partisipasi Anda dalam memutus penyebaran virus Covid-19 sangat diperlukan. Di antaranya dengan menghindari kunjungan ke tempat yang rawan, serta membiasakan untuk merawat kebersihan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *