September 21, 2020
Trafo Sewatama

MENGENAL JENIS PENGUKURAN TRANSFORMATOR

Sebelum trafo dikeluarkan dari pabriknya atau digunakan sesuai fungsinya, maka perlu dilakukan uji kelayakan (Quality Assurance : QA) dari trafo tersebut. Berikut ini merupakan klasifikasi standar pengujian yang diperlukan sebagai dasar acuan yang meliputi :

  1. Insulation Resistance / Meg-Ohm Test

Pengukuran hambatan isolasi belitan  trafo ialah proses pengukuran dengan suatu alat ukur Insulation Tester (megger) untuk memperoleh hasil (nilai/besaran) hambatan isolasi belitan / kumparan trafo tenaga antara bagian yang diberi tegangan (fasa) terhadap badan (Case) maupun antar belitan primer, sekunder dan tertier (bila ada). Pada dasarnya pengukuran hambatan isolasi belitan trafo adalah untuk mengetahui besar (nilai) kebocoran arus (leakage current) yang terjadi pada isolasi belitan atau kumparan primer, sekunder atau tertier. Kebocoran arus yang menembus isolasi peralatan listrik memang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, salah satu cara meyakinkan bahwa trafo cukup aman untuk diberi tegangan adalah dengan mengukur hambatan isolasinya. Kebocoran arus yang memenuhi ketentuan yang ditetapkan akan memberikan jaminan bagi trafo itu sendiri sehingga terhindar dari kegagalan isolasi

  1. Polarization Index Test

Tujuan dari pengujian index polarisasi adalah untuk memastikan peralatan tersebut layak dioperasikan atau bahkan untuk dilakukan overvoltage test. Index polarisasi merupakan rasio hambatan isolasi saat menit ke 10 dengan menit ke 1 dengan tegangan yang konstan. Arus total yang muncul saat memberikan tegangan dc steady state terdiri dari:

  • Changing current karena sifat kapasitansi dari isolasi yang diukur. Arus ini turun dari nilai maksimum ke nol sangat cepat.
  • Absorption current karena molecular charge shifting pada isolasi. Arus transien ini menghilang sampai nol lebih lambat
  • Leakage current merupakan arus konduksi nyata pada isolasi. Leakage current bervariasi tergantung tegangan uji. Juga termasuk arus bocor dikarenakan kebocoran pada permukaan akibat kontaminasi.
  • Leakage current meningkat lebih cepat dengan kehadiran moisture dibandingkan absorption current, pembacaan megger tidak akan meningkat seiring waktu layaknya antara kecepatan pada isolasi buruk dengan cepatnya isolasi yang bagus. Hal ini berdampak pada rendahnya index
  • Keuntungan dari index ratio adalah dengan banyaknya hal  yang dapat mempengaruhi pembacaan megger seperti suhu dan kelembaban, baik pada 1 menit maupun 10 menit.

3.Winding Resistance Test

Belitan pada trafo merupakan konduktor yang dibentuk mengelilingi/melingkari inti besi sehingga pada saat diberikan tegangan AC (Alternating Current) maka belitan tersebut akan memiliki nilai induktansi (XL) dan nilai resistif (R). Pengujian hambatan dc dimaksudkan untuk mengukur nilai resistif (R) dari belitan dan pengukuran ini hanya bisa dilakukan dengan memberikan arus DC (Direct Current) pada belitan. Oleh karena itu pengujian ini disebut pengujian hambatan DC.

Pengujian hambatan DC dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari koneksi–koneksi yang ada di belitan dan memperkirakan apabila ada kemungkinan hubung singkat atau resistansi yang tinggi pada koneksi belitan. Pada trafo tiga fasa proses pengukuran dilakukan pada masing–masing belitan pada titik fasa ke netral dan pada hubungan antar fasa. Besar nilai resistansi masing–masing fasa pada transformator harus seimbang (balance) satu sama lain dengan toleransi sebesar ±5%.

4.Transformer Turn Ratio (TTR) Test

Transformer Turn Ratio (TTR) Test atau pengukuran perbandingan belitan transformator adalah pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping, sehingga tegangan output yang dihasilkan oleh transformator sesuai dengan yang dikehendaki. Tujuan dari pengujian ratio belitan pada dasarnya untuk mendiagnosa adanya masalah dalam antar belitan dan seksi sistem isolasi pada trafo. Pengujian ini akan mendeteksi adanya hubung singkat atau ketidaknormalan pada tap changer. Tingginya nilai resistansi akibat lepasnya koneksi atau konduktor yang terhubung ground dapat dideteksi. Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan Transformer Turn Ratio Test (TTR).

Analisa hasil pengujian ratio test adalah dengan membandingkan hasil pengukuran dengan nameplate ratio tegangan pada trafo dengan batasan kesalahan sebesar 0,5% (standart IEEE C57.125.1991). Jika hasil pengujian ratio test lebih dari 0,5% maka disarankan untuk melakukan pengujian – pengujian lainnya.

Itulah jenis-jenis dari pengukuran transformator dan untuk mengetahui jenis pengukuran lainnya bisa anda lihat pada Jasa Perawatan Trafo dalam https://sewatama.com/id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *