October 16, 2019
Travelling

Kerata Api Dulu Dan Kini

salah satunya Ka Krakatau

Kereta api merupakan alat trasportasi yang sekarang ini sedang popular, salah satu alasannya adalah bebasnya kereta api dari kemacetan kota karena memiliki jalur sendiri, namun tahukah kamu dulunya kereta api di Indonesia pernah ditarik kuda dan lembu.

Pada awal tahun 1900’an, kereta memang sudah memakai rel namun masih ditarik oleh heman, pada saat itu kereta penumpang ditarik dengan empat ekor kuda sedangkan kereta barang ditarik dengan tenaga lembu. Trayek kereta pada masa itupun tidak banyak dan jaraknya pun tidak terlalu jauh.

Dari tahun ketahun perkembangan keretapun sudah banyak peningkatan, zaman sekarang ini sudah kereta sudah menggunakan mesin uap bahkan ada yang menggunakan mesin tenaga listrik. Salah satu kereta yang ada di Indonesia salah satunya Ka Krakatau .

Kereta Api Krakatau, atau yang lebih sering dipanggil Krakatau, adalah layanan kereta kelas Ekonomi AC Plus Non-PSO khusus relasi Merak – Cirebon – Madiun – Kediri – Blitar. Kereta api yang beroperasi sejak 24 Juli 2013 ini merupakan bagian dari Daerah Operasi I Jakarta.

Kereta api Krakatau dibuat oleh PT INKA pada tahun 2012, Kereta Api Krakatau merupakan kereta api kelas ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan trayek Blitar-Merak dan sebaliknya. Kereta api Krakatau mempunyai jalur yang cukup panjang yakni sekitar 945 Kilometer sehingga frekuensi perjalanannya tergolong sedikit hanya dua kali sehari, pulang pergi.

Meski begitu keuntungan menggunakan kereta api Krakatau adalah bisa berhenti pada banyak stasiun disepanjang trayek jalannya, setidaknya tercatat sebanyak 32 stasiun, di antara lain Stasiun Blitar, Stasiun Tulungagung, Stasiun Kediri, Stasiun Kertosono, Stasiun Nganjuk, Stasiun Caruban, Stasiun Madiun, Stasiun Barat, Stasiun Paron, Stasiun Walikukun, Stasiun Purwosari, Stasiun Klaten, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Wates, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Kebumen, Stasiun Gombong, Stasiun Purwokerto, Stasiun Bumiayu, Stasiun Cirebon, Stasiun Jatibarang, Stasiun Haurgeulis, Stasiun Cikampek, Stasiun Karawang, Stasiun Bekasi, Stasiun Jatinegara, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Serang, Stasiun Cilegon, dan Stasiun Merak.

Salah satu keistimewaan KA Krakatau ialah satu-satunya KA dipulau jawa yang melewati semua provinsi di Jawa, yaitu provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dan satu daerah istimewa yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Kereta api ini juga melewati seluruh kota administrasi di Jakarta, seperti Jakarta Selatan (Bintaro), Jakarta Barat (Palmerah), Jakarta Pusat (Tanah Abang, Rajawali, Kemayoran, Kramat), Jakarta Timur (Jatinegara, Cakung), Jakarta Utara (Kampung Bandan).

Selain itu KA Krakatau juga istimewa karena menggunakan nama gunung di Jawa. Nama “Krakatau” berasal dari nama gunung atau Pulau yang terletak di Selat Sunda, yaitu Gunung Anak Krakatau dan Pulau Anak Krakatau. Kereta api ini merupakan kereta api ekonomi pertama yang memakai nama gunung, disusul kereta api Pangrango yang melayani rute Bogor-Sukabumi.

Dalam hal fasilitas, KA Krakatau menyediakan beragam fasilitas sesuai standar kereta api kelas Ekonomi PSO yang ditetapkan PT KAI (Persero). Fasilitas tersebut utamanya adalah AC, toilet, 144 tempat duduk kelas ekonomi, stopkontak, bagasi, dan layanan makan berbayar. Dari 144 tempat duduk yang tersedia, 64 di antaranya merupakan tempat duduk ramah kaum difabel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *