July 20, 2019
Featured

Kenali Dulu Risikonya Sebelum Mengambil Kredit Mobil DP 0%

kredit mobil

Kredit mobil dengan fasilitas uang muka atau DP (down payment) 0% memang menggiurkan. Tanpa harus pusing mengumpulkan dana puluhan juta untuk uang muka, mobil baru sudah bisa dibawa pulang. Tapi apakah sesederhana itu? Tentu saja tidak sebab ada sederet beban kedepan yang musti diperhitungkan.

Jika dipikir-pikir untuk uang muka kredit mobil mungkin anggarannya masih bisa dijangkau. Namun bagi masyarakat dengan gaji pas-pasan, menabung sedikit demi sedikit sampai terkumpul untuk DP tentu butuh waktu lama. Sementara kebutuhan mobil cukup mendesak untuk menunjang mobilitas plus mempermudah transportasi ke tempat kerja.

Boleh-boleh saja mengambil kredit mobil DP 0% namun kenali dulu risiko-risikonya. Perlu diketahui bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan uang muka untuk kredit semua jenis kendaraan bermotor sebesar 5%-25%.

Katakanlah kita membeli mobil seharga Rp 200 juta maka minimal kita butuh dana Rp 10 juta untuk DP. Sementara sekarang kita ditawari kredit mobil tanpa uang muka sepeserpun. Tapi hati-hati karena ada risiko besar sedang mengintai.

Serupa dengan kredit rumah DP0%, kredit mobil tanpa uang muka bisa dipastikan cicilan per-bulan makin besar. Misalnya kita kredit mobil seharga Rp 200 juta dengan tenor 2 tahun (24 bulan) tanpa DP,  maka kita wajib membayar cicilan lebih dari Rp 8,3 juta. Itu belum termasuk biaya asuransi dan bunga yang ditetapkan perusahaan finance (leasing) sekitar 1,5%-4%.

Sebaliknya jika kredit dibantu dengan uang muka maka cicilan per-bulannya jauh lebih ringan. Katakanlah kita beli mobil seharga Rp 200 juta DP 15% (Rp 30 juta) sisanya masih Rp 170 juta. Jika kita memilih tenor 2 tahun (24 bulan) maka besar cicilan per-bulan sekitar Rp 7,083 juta. Selisih angka lebih dari Rp 1 juta tentu sangat meringankan mengingat cicilan akan berulang hingga 24 bulan ke depan.

Selain cicilan lebih besar, kredit mobil DP 0% lebih rentan terhadap kredit macet, terlebih jika mobil digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Gaji sebulan mungkin akan habis hanya untuk cicilan mobil. Lain halnya jika mobil digunakan untuk kebutuhan produktif, misalnya driver online. Dari hasil kerja sampingan sebagai driver online sudah cukup untuk menutup cicilan mobil perbulan. Dengan sendirinya gaji bulanan tetap utuh.

Baca Juga : Manfaat Layanan Asuransi Kendaraan Bermotor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *