September 26, 2020
Asuransi Allianz Syariah

Ini Manfaat Tambahan yang akan Anda Dapatkan dari Asuransi Syariah

Asuransi syariah merupakan diversifikasi produk dari asuransi konvensional. Meski berlandaskan hukum Islam (sharia), produk-produk asuransi syariah dapat dimiliki oleh siapa pun, terlepas kepercayaan beragamanya. Saat ini, perusahaan yang menawarkan asuransi kesehatan syariah di Indonesia sudah cukup banyak jumlahnya. Salah satu yang terkemuka adalah Allianz, dengan beragam produk pertanggungan syariahnya seperti AlliSya Maxi Fund Plus, Allianz Tasbih, dan AlliSya Protection.

Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan jumlah nasabah asuransi syariah kian meningkat. Keunggulan seperti transparansi, memiliki sistem yang adil, serta penggunaan keseluruhan dana premi untuk keperluan nasabah merupakan nilai jual produk pertanggungan satu ini.

Namun, tahukah Anda selain beberapa keuntungan di atas, asuransi syariah memiliki satu manfaat tambahan yang tidak dimiliki oleh asuransi konvensional? Ya, manfaat tersebut bernama surplus underwriting. Apakah yang dimaksud dengan istilah itu? Simak ulasannya dalam artikel ini, yuk!

 

Memahami Surplus Underwriting

Mengutip Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK), surplus underwriting adalah selisih lebih total kontribusi peserta atau nasabah asuransi ke dalam dana tabarru’ yang ditambahkan dengan kenaikan aset reasuransi, setelah dikurangi dengan pembayaran santunan atau klaim, kontribusi reasuransi, dan kenaikan cadangan teknis dalam satu periode tertentu. Sementara itu, dana tabarru’ merupakan kumpulan dana yang berasal dari kontribusi seluruh peserta, di mana mekanisme penggunaannya sesuai dengan perjanjian asuransi atau reasuransi syariah (polis). Dengan demikian, surplus underwriting dapat dikatakan sebagai dividen (dana bagi hasil) atas sisa dana kepesertaan yang berada dalam dana tabarru’, setelah dikurangi beberapa pos yang sudah disebutkan di atas.

Lalu, bagaimanakah cara pembagian surplus underwriting? Dilansir dari RPOJK, dana surplus underwriting dapat dibagikan kepada nasabah ke dalam tiga opsi, yakni:

  • Dikembalikan seluruhnya ke dalam dana tabarru’,
  • Ditambahkan sebagian ke dalam dana tabarru’ dan sebagian lagi dibagikan kepada peserta, atau
  • Ditambahkan ke dalam dana tabarru’, sebagian dibagikan kepada peserta, dan sebagian lagi dibagikan kepada perusahaan asuransi.

Umumnya, surplus underwriting yang diberikan oleh perusahaan asuransi adalah opsi ketiga. Produk-produk asuransi syariah dari Allianz, misalnya, membagi komposisi dana ini dalam porsi 20, 60, dan 20. Dua puluh persen pertama dimasukkan ke dalam dana tabarru’, 60% selanjutnya diberikan kepada peserta yang memiliki polis asuransi syariah, dan 20% terakhir diberikan kepada pengelola atau Allianz.

Dikutip dari laman Myallisya, adapun jenis peserta yang berhak mendapatkan surplus underwriting dari Allianz adalah peserta yang tidak pernah mengajukan klaim pada perhitungan surplus underwriting dan tidak sedang mengajukan klaim pada tanggal perhitungan surplus underwriting.

Nah, itulah dia penjelasan tentang surplus underwriting. Bagaimana? Apakah ulasan di atas semakin menguatkan niat Anda untuk memiliki asuransi syariah? Jika ya, segera hubungi Allianz untuk mendapatkan perlindungan komprehensif untuk Anda, ya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *