October 10, 2019
Kesehatan

Definisi Mati Rasa

kebas

Apakah anda tahu yang disebut dengan kebas? Rasa kebas adalah sebuah kondisi dimana tubuh terasa mati rasa, bagian tubuh tertentu tidak bisa merasakan rangsangan apapun yang diterima. Misalnya saja bagian kaki terasa kebas, maka bagian kaki tersebut ketika terkena panas karena tersulut api tidak akan merasakan apapun. Ketika ada bagian tubuh yang tidak bisa merasakan atau mati rasa, maka keseimbangan dalam tubuh terganggu. Sebenarnya mati rasa adalah salah satu dari sekian banyak gejala yang muncul akibat gangguan saraf. Selain mati rasa, ketika mengalami gangguan saraf anda juga akan merasakan sensasi terbakar, rasa seperti tertusuk jarum dan juga kesemutan. Mati rasa bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, entah di salah satu bagian saja atau di kedua bagian.

Pada orang-orang yang mengalami mati rasa, rangsangan dari kulit ke otak dan juga saraf tulang belakang terhambat akibat terjadinya kerusakan pada saraf. Mati rasa pada bagian tubuh tertentu bisa terjadi secara tiba-tiba kemudian menyebar dengan cepat ke bagian lainnya, bisa juga mengalami kelemahan otot di bagian tubuh yang mengalami mati rasa. Karena mati rasa maka bisa menyebabkan kesulitan dalam mengontrol untuk buang air kecil sehingga tak jarang sering mengompol.

Mati rasa yang normal biasanya disebabkan karena terlalu lama berdiri atau terlalu lama duduk. Mati rasa yang seperti ini sama sekali tidak berbahaya dan bisa langsung hilang hanya dalam beberapa menit saja. Berbeda dengan mati rasa yang disebabkan oleh kondisi penyakit tertentu (seperti kerusakan saraf), kondisi mati rasa tersebut bisa berbahaya bagi kesehatan dan juga berbahaya bagi keselamatan dirinya. Berikut adalah beberapa penyakit yang memiliki gejala mati rasa:

• Carpal tunnel syndrome (CTS)
• Hernia nukleus pulposus
• Tumor pada tulang belakang
• Kerusakan pada saraf tulang belakang

Selain karena adanya tekanan pada saraf dan membuat kerja saraf tidak normal, mati rasa sendiri bisa timbul karena kondisi lainnya. Yang pertama adalah karena aliran darah ke bagian-bagian tubuh tertentu berkurang, contohnya saja seperti yang terjadi pada penderita stroke atau penyakit vaskulitis. Yang kedua adalah karena adanya infeksi saraf, kondisi seperti ini biasanya banyak ditemukan pada penderita penyakit lyme dan kusta. Yang ketiga adalah karena adanya kelainan genetik seperti penyakit ataksia friedrich. Yang keempat disebabkan karena adanya kelainan pada metabolisme tubuh yang terjadi karena kurang asupan vitamin B12 atau diabetes. Selanjutnya yang kelima karena adanya radang atau inflamasi pada saraf seperti yang muncul pada multiple sclerosis atau guillain-barre. Dan yang terakhir mati rasa muncul karena penyakit-penyakit seperti sindrom sjogren, amyloidosis, sifilis, sindrom paraneoplastik dan juga charcot-marie-tooth.

Karena penyebab mati rasa bisa bermacam-macam, maka perlu pemeriksaan lengkap sehingga dokter bisa memberikan prognosis yang tepat. Beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan terhadap rangsangan terhadap suhu, rangsangan terhadap sentuhan, pemeriksaan refleks tubuh tertentu (yang mengalami mati rasa) dan pemeriksaan terhadap fungsi otot (pada bagian tubuh yang mengalami mati rasa). Selain pemeriksaan tersebut, akan lebih baik lagi apabila anda bisa menyediakan data-data penunjang dengan melakukan tes darah, pemindaian (rontgen, MRI, USG atau CT Scan), pungsi lumbal untuk menganalisis cairan otak dan juga dalam saraf tulang belakang, yang terakhir adalah elektromiografi yang dilakukan untuk menilai aktivitas listrik dalam otot.

Kalau anda ingin mengobati rasa kebas atau mati rasa tersebut, anda harus tahu penyebab dari mati rasa yang selama ini anda rasakan. Setiap penyebab mati rasa membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, oleh karena itu anda harus memperhatikan setiap detail ketika anda mengalami mati rasa. Jangan sampai anda melakukan swamedikasi yang sebenarnya anda harus melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan ke dokter. Ketika anda mengalami penurunan kemampuan dalam merasakan berbagai rangsangan, anda harus lebih berhati-hati karena anda tidak akan tahu kapan tubuh anda tidak terluka akibat ketidaksadaran teman-temannya ketika berinteraksi dengan anda. Akan lebih baik lagi apabila anda melakukan pengecekan tubuh secara menyeluruh secara rutin setiap harinya, dengan begitu anda bisa mengetahui apakah ada luka atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *