Politik

Berita Politik : Revisi Visi-Misi Paslon Capres-Cawapres Ditolak PKU

admin / January 16, 2019

Visi-misi merupakan penilaian utama untuk melihat kemantapan dari pasangan calon presiden. Dari visi-misi yang dijabarkan dapat dilihat kemantapan dari para calon untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia berikutnya. Kita dapat melihat gambaran program kerja yang akan dilakukan oleh para paslon. Belakangan berita politik terkait adanya revisi visi-misi yang ditolak oleh KPU juga ramai menjadi perbincangan masyarakat.

Berita Politik

Berita ini tentunya sudah diketahui oleh rakyat bahwa pasangan dari calon nomor dua melakukan revisi visi-misi. Lantas pihak KPU menolak pengajuan tersebut. Hal ini tentunya melahirkan banyak sudut pandang di tengah-tengah rakyat Indonesia. Seperti yang diketahui bersama bahwa visi-misi adalah kristalisasi gagasan dan konsep kepemimpinan yang tentunya dipikirkan secara matang.

Ini bukan sekadar omongan belaka, visi-misi merupakan tiang dari penilaian para pemilih atas kandidat paslon yang ada. Ketika terjadi revisi setelah mengumpulkan berkas tentu saja membuat timbulnya tanda tanya tentang kesiapan dari kandidat yang bersangkutan. Berbagai pendapat pun datang menanggapi hal ini. Salah satu pendapat muncul dari Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yaitu Titi Anggraini.

Beliau mengatakan perubahan visi-misi bisa saja dilakukan dengan cara pengumuman langsung dari pasangan calon, tanpa harus melalui KPU. Pendapat ini diutarakannya menanggapi dari tindakan KPU yang menolak revisi visi-misi.

Perubahan yang dilakukan setelah pengajuan tentu saja membuat pekerjaan yang telah terlaksana harus dikerjakan lagi. Kita tentu sudah tahu bagaimana susahnya harus mengulang sebuah pekerjaan. Jika KPU menerima revisi visi-misi yang diajukan tentu harus mengubah berbagai publikasi yang telah dibuat saat pencalonan. Pengubahan ini tentu saja akan menimbulkan risiko yang tidak kecil.

Alasan KPU Menolak Revisi Visi-Misi Paslon Capres-Cawapres Nomor 2

Dalam PKPU 22 Tahun 2018 tentang Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden dokumen visi-misi adalah salah satu dari dokumen yang jadi persyaratan dalam pencalonan. KPU memiliki tugas untuk menyebarkan visi-misi ke dalam beberapa bentuk metode kampanye. Hal ini tentu saja membuat keputusan KPU untuk menolak sudah melewati berbagai pertimbangan yang matang.

Terlebih lagi pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar penyampaian visi dan misi pasangan capres-cawapres pada 9 Januari 2019. Perubahan yang diajukan mendekati penyelenggaraan debat yang akan diadakan beberapa hari lagi tentu tidaklah mungkin. Ini akan memicu kebingungan rakyat yang sudah mendengar visi-misi saat acara yang diselenggarakan oleh pihak KPU.

Setelah dilihat pengajuan visi-misi yang diajukan paslon nomor dua juga menimbulkan banyak tanggapan. Ada yang mengatakan tidak ada perubahan yang signifikan hanya perubahan pada diksi dan lebih disingkatkan. Visi-misi yang telah diumumkan pun tentu sudah menjadi bahan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam debat yang akan dilangsungkan.

Penyampaian yang pernah dilakukan terkait visi-misi merupakan bahan pengetahuan yang menjadi pegangan untuk memberikan hak suaranya kepada paslon yang ada. Kita tentu sedikit banyaknya telah mengetahui visi-misi yang diajukan oleh kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden untuk jabatan pada periode berikutnya.

Dari visi-misi yang telah disampaikan, tentunya para paslon nantinya akan mendapatkan pertanyaan saat debat berlangsung. Jawaban yang diberikan dari pertanyaan tentunya akan selalu dikaitkan dengan visi-misi. Maka menurut sudut pandangan rakyat lainnya, perubahan visi-misi hanya akan dilakukan jika ada kesalahan atau ketidakmantapan dalam keputusan yang telah diambil.

Namun, sisi lain menyatakan perubahan visi-misi yang diajukan juga merupakan keinginan untuk memberikan paparan yang terbaik untuk seluruh rakyat Indonesia. Apa pun itu rakyat berhak memiliki penilaiannya sendiri dari kedua paslon yang ada. Inilah mengapa hingga hari ini berita politik terus dinantikan agar masyarakat juga dapat memantau perkembangan politik Indonesia menuju pemilu April nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *